Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web


Fulbright


Taman Hewan

Togap Siagian


Di Bandung dulu saya sempat tinggal di daerah Taman Hewan. Lingkungannya khas Bandung, padat dan banyak anak-anak kecil. Tempat kost saya ada di gang "Seribu Punten". Tiap lima meter harus bilang punten. Tempat itu saya pilih karena kampus saya dekat sekali. 

Waktu pertama kali datang, saya heran juga mendengar namanya. Saya tanya ke si Abah yang punya kost, "Kok lucu ya Bah namanya daerah Taman Hewan ?" "Itu lho ada kebon binatang di depan situ." "O gitu. Kok gak dibilang daerah Kebon Binatang aja ya" "Lha enak aja. Yang tinggal di sini kan manusia. Bukan binatang. Adek mau tinggal di sini gak ?" Ups...

Kadang kadang memang kita punya beberapa nama untuk benda yang sama. Bisa jadi karena kita itu orang timur. Jadi kalau bicara harus rada halus halus sedikit gitulah. Nggak boleh terlalu blak blakan. 

Tapi kadang kadang terjadi sebaliknya juga. Misalnya, kita nggak boleh bilang ruang bawah tanah itu bunker. Soalnya bunker kan buat nahan peluru kendali. Ingat itu lho, si Saddam. Jadi kalau ada yang bilang Juan Felix dan Tata boong soal ruang bawah tanah, ya nggak bisa dong. Soalnya waktu itu Pak Polisi kan bilangnya bunker. Beda lho. Weleh.

Mungkin satu dua kali kita harus diingetin lagi. Bilang sesuai apa adanya aja. Jangan seperti saya waktu naik angkot. "Bang, di Taman Hewan berhenti ya." "Bah, apa pulak itu Taman Hewan ?" "Lho ? Itu lho Bang, di ujungnya jalan Ganesha." "Oh itu. Kebon binatang maksud kau ? Bilanglah kebon binatang. Sok kalilah kau, kebon binatang dibilang taman hewan." "Oh.."

Rochester, Jan 2001

January 18, 2001 7:18 PM

© 2000 MFI2000. All rights reserved.
Webmaster <adriyanto@mail.com>
Discussion Moderator <togap@hotmail.com>