|
|
|
![]() |
|
|
|
|
Agung Waspodo
Sedikit renungan menjelang Spring Break.
Sebenarnya ini bukan semacam kisah aktual (riil) tetapi lebih merupakan hikayat sastra di Masa Daulah Abbassiah (Baghdad, Iraq) yang secara 'berantai' sampai hingga ke sastrawan di Al Andalus (Spanyol pada masa Islam di abad pertengahan). Isi pesannya mungkin bermula semacam perhatian untuk 'dzikrul maut' (mengingat akan kematian) khas sufi tetapi kemudian menjadi suatu karya sastra yang melegenda jauh dari tanah asalnya. Setelah kejatuhan Granada (Al Gharnata dalam bahasa 'Arabnya) pada tahun 1492 M, sebagian hikayat tersebut menjadi semacam warisan 'rahasia' kaum Moriscos (orang asli Iberia/Spanyol yang masuk Islam) yang kemudian sebagian merahasiakan ke-Islamannya karena khawatir dijerat oleh program Reconquista. Tradisi ini kemudian juga diserap oleh kaum Gypsies yang sering mengembara di seantero benua Eropa, dari merekalah hikayat tersebut sampai ke tangan pujangga Spanyol modern Federico Garcia Lorca, sebagian sejarawan menganggap ia adalah keturunan Moriscos. Lorca terkenal di tahun 1920-1930an ketika Spanyol sedang dilanda perang sipil (masa rezim fasis Franco) Beginilah syair yang kemudian digubahnya hingga menjadi terkenal ke seluruh dunia, setahu saya tidak berjudul kecuali berawal dengan Baghdad saja). Puisi lainnya yang juga terkenal adalah At 5 O'clock in the Afternoon.
There was a merchant in Baghdad, ... Baghdad
and he sent his servant to the marketplace, but quickly the servant return
and he was trembling with fear, and he said to his master ...
'master please, I've just been to the market place and i saw death'
'and he was looking right at me and he made a threatening gesture ... to me'
'please lend me your horse so I can run away from the city'
'I want to avoid my fate, please I'll go to the city of Samarra'
'and there death could not find me ...'
[hic ... the sound of horse] and the master gave him his horse and he got away
and the next day, the master went to the marketplace ...
and there .. he too saw death
and he said to him, 'why did you make a threatening gesture to my servant ?'
but he said, 'that wasn't a threatening gesture, it was a thought of a surprise'
'you see, I was astonished to see your servant in Baghdad ...'
'because I have an appointment with him ... tonight ... in Samarra'
Begitulah hikayatnya, semoga ada nilai kebaikan di dalamnya, memang kematian tidak mungkin dihindari, tinggal apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapinya ketika bertemu denganNya, aamiin.
|